Suara mahasiswa menyampaikan pesan moderasi agama
Malang, 12 Oktober 2026 — Mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai gagasan yang berkaitan dengan kehidupan sosial, termasuk mengenai moderasi beragama. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan penyampaian materi yang dilakukan oleh Intania Nurlita Anggraini dari fakultas dakwah dan komunikasi islam di lingkungan IAI Sunan Kalijogo pada Rabu, 12 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Intania menyampaikan materi dengan judul “Suara Mahasiswa dalam Menyampaikan Pesan Moderasi Beragama”.
Penyampaian materi ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam memahami sekaligus menyampaikan pentingnya moderasi beragama di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan keberagaman. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki berbagai agama, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan yang perlu dijaga melalui sikap saling menghormati dan menghargai.
Dalam penyampaiannya, Intania menjelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti seseorang harus mengurangi keyakinan atau ajaran agama yang dianutnya. Moderasi beragama lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang menjalankan keyakinannya secara seimbang serta mampu menghargai perbedaan yang ada di sekitarnya. Sikap tersebut penting agar perbedaan tidak menjadi alasan munculnya konflik dalam kehidupan bermasyarakat.
Komunikasi menjadi salah satu hal yang memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan moderasi beragama. Melalui komunikasi yang baik, seseorang dapat menyampaikan pendapat tanpa merendahkan atau menghakimi orang lain. Intania menekankan bahwa cara menyampaikan pesan juga perlu diperhatikan. Bahasa yang santun, sikap terbuka terhadap pendapat berbeda, serta kemampuan mendengarkan merupakan bagian dari komunikasi yang dapat mencerminkan nilai-nilai moderasi.
Intania memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai moderasi.
Lingkungan kampus menjadi salah satu tempat yang tepat untuk menumbuhkan sikap tersebut. Mahasiswa berasal dari berbagai daerah dan memiliki pengalaman serta latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat menjadi ruang untuk saling belajar dan memahami. Dengan komunikasi yang terbuka, mahasiswa dapat membangun hubungan yang lebih baik sekaligus menghindari kesalahpahaman yang dapat muncul akibat perbedaan pandangan.
