Dosen IAI Sunan Kalijogo Menjadi Narasumber dalam Acara Diseminasi Workshop Impementasi Instrumen Akreditasi Progam Studi 4.0 Zona Mataraman

Sri Mulyani, S.E., M.E, Dosen IAI Sunan Kalijogo Malang diberi kesempatan untuk menjadi salah satu narasumber dalam acara Diseminasi  Workshop Impementasi Instrumen Akreditasi Progam Studi 4.0 Zona Mataraman yang diselenggarakan di Institut Agama Islam Faqih Asyari Kediri pada tanggal 11-12 Desember 2019. Kegiatan diseminasi ini merupakan kegiatan lanjutan dari workshop IAPS 4.0 yang telah dilaksanakan oleh Kopertais IV Surabaya di Hotel Sinar 1 Juanda tanggal 23-25 Oktober 2019  beberapa waktu yang lalu. Agenda ini dilakukan agar para pengelola program studi memang benar-benar siap dalam menghadapi akreditasi yang berbasis 4.0 dengan 9 standar sehingga bisa berkembang menjadi prodi yang unggul dan berkualitas.

            Diseminasi Workshop IAPS 4.0 ini dihadiri oleh 33 perguruan tinggi swasta yang berada di Zona Mataraman Kopertais IV Surabaya. Agenda diseminasi workshop IAPS 4.0 tersebut merupakan agenda yang sangat penting karena untuk penyamaan persepsi dari seluruh perguruan tinggi swasta di Zona Mataraman bahwa peningkatan pengelolaan kualitas prodi melalui akreditasi adalah hal yang sangat penting. Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani, M.E berkolaborasi dengan Bapak Sinollah, M.AP dari Universitas Raden Rahmat Malang untuk menyampaikan materi tentang teknik pengisian LKPS yang didalamnya terdiri dari 9 standart.  Agenda Diseminasi Workshop IAPS 4.0 ini merupakan tindak lanjut dan hasil kerjasama dari Kopertais IV Surabaya, Forpim Pusat, Forpim Zona Mataraman dan seluruh peserta yang hadir dalam workshop pertama  IAPS 4.0 di Hotel Sinar I Juanda beberapa waktu yang lalu. Dengan kegiatan ini diharapkan seluruh PTKIS di Zona Mataraman telah siap untuk menghadapi akreditasi Prodi yang berbasis 4.0.

Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Prodi, IAI Sunan Kalijogo Kirimkan Delegasinya Ikuti Diseminasi Workshop IAPS 4.0 Zona Mataraman

Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program studi melalui akreditasi 4.0, Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang mengirimkan delegasinya yaitu Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam Khoirul Anwar, M.Pd untuk mengikuti kegiatan Diseminasi Workshop Implementasi Instrumen Akreditasi Program Studi 4.0 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam Faqih Asyari Kediri pada tanggal 11-12 Desember 2019. Kegiatan diseminasi ini merupakan kegiatan lanjutan dari wrokshop yang telah dilaksanakan oleh Kopertais IV Surabaya di Hotel Sinar 1 Juanda beberapa waktu yang lalu. Agenda ini dilakukan agar para pengelola program studi memang benar-benar siap dalam menghadapi akreditasi yang berbasis 4.0 dengan 9 standar sehingga bisa berkembang menjadi prodi yang unggul dan berkualitas.

            Diseminasi Workshop IAPS 4.0 ini dihadiri oleh 33 kampus yang berada di Zona Mataraman Kopertais IV Surabaya. Dalam diseminasi workshop tersebut disampaikan pentingnya peningkatan kapasitas pengelolaan program studi melalui akreditasi 4.0, interrelasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), teknik pengisian LKPS dan LEDPS serta identifikasi bukti dukung pengisian LKPS dan LEDPS serta Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari diseminasi tersebut. Dengan mengikuti kegiatasi diseminasi tersebut diharapkan prodi-prodi di IAI Sunan Kalijogo Malang bisa menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi akreditasi di era 4.0 ini. 

KULIAH UMUM PROF.Dr. H. IMAM SPRAYOGO

Prof.Dr. H. Imam Sprayogo yang merupakan pembina Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang memberi kuliah umum kepada mahasiswa Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Jum’at, 06/12/19 di Institut Agama Islam Sunankalijogo. Pada kesempatan tersebut Prof. Imam menyampaikan materi terntang meneguhkan kampus IAI SKJ Malang sebagai pengembangan Islam moderat dan pusat kajian ilmu pengetahuan.

Prof. Imam memberikan masukan terkait tema yang dituliskan, bahwa baikhya Islam moderat harus didahulukan lalu pusat kajian ilmu pengetahuan karena IAI SKJ Malang ini sebagai pusat pengembangan Islam moderat. Sebagaimana 124.313 Nabi dipimpin baginda Rasul, maka Islam lebih dipentingkan daripada ilmu pengetahuan. Karena bukan hanya dunia tapi persiapan akhirat juga penting. Para mahasiswa diharapkan nantinya menjadi alumni yang bermanfaat bagi dunia, Selain itu juga mampu mewujudkan umat Islam yang bersatu.

Hakikatnya manusia tidak mau kelintasan karena didalam diri manusia ada angin, tidak mau kerendahan karena di dalam dirinya ada air, tidak mau kekurangan karena itu tanah, tidak mau kalah karena didalam diri itu ada api. Maka agar akhlaknya bagus seperti yang ada dalam Al-Qur’an maka manusia perlu “Niat” yaitu niat untuk menjadi baik dan “Sholat” agar tidak berbuat keji, jelasnya.

Prof. Imam menambahkan, Sholat yang bisa merubah adalah Sholat yang khusuk yaitu Sholat yang sudah bertemu Allah. Caranya adalah merasa berada ditempat pertemuan (Baitullah) dan tempat ini adalah tempat yang Mulia di semua kitab suci menyebutkan ini hanya saja namanya berbeda. Yang berada disana adalah hati kita, karena yang harus diingat adalah tempat itu agar bertemu Allah.

Mahasiswa berada disini bukan hanya untuk mempersiapkan ilmu pengetahuan, tetapi juga ilmu akhirat. Sehingga mahasiswa memiliki ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.