Pada Minggu, 16 Maret 2026, dosen Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, Ruwiyanto, S.Kom., M.M., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi transformasi pendidikan yang berlangsung di Gedung Petik Madu, Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk bertukar gagasan mengenai arah pengembangan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Ruwiyanto menyampaikan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Ia menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik yang kuat, berintegritas, serta memiliki daya kreativitas yang tinggi. Menurutnya, perpaduan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul.
Ia juga menegaskan bahwa kemampuan bersaing di tingkat global perlu ditanamkan melalui sistem pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Peserta didik diharapkan memiliki keterampilan abad 21, seperti berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta berinovasi. Dengan bekal tersebut, mereka tidak hanya siap menghadapi dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru.
Ruwiyanto turut menggarisbawahi pentingnya memasukkan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Transformasi pendidikan di Jawa Timur, menurutnya, harus tetap berpijak pada budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Nilai-nilai lokal tersebut dapat menjadi landasan dalam membangun karakter peserta didik agar tetap memiliki identitas di tengah arus globalisasi.
Kegiatan sosialisasi transformasi pendidikan di Jawa Timur ini diselenggarakan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, M.M., yang juga berperan sebagai penggagas dan pelaksana acara. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih berkualitas, relevan, dan berakar pada nilai-nilai lokal.
