Malang, 9 September 2026 — Rangkaian Pengenalan Lingkungan Kampus (PELITA) Mahasiswa Baru (MABA) 2026 IAI Sunan Kalijogo Malang memasuki hari terakhir dengan suasana yang penuh semangat dan kreativitas. Pada PELITA MABA Day 3 yang sekaligus menjadi bagian penutupan kegiatan, mahasiswa baru mendapatkan ruang untuk menampilkan potensi, kekompakan, dan kreativitas mereka melalui pentas seni yang disiapkan oleh masing-masing kelompok.
Pentas seni tersebut menjadi salah satu momen yang paling menarik dalam rangkaian penutupan. Sebanyak delapan kelompok mahasiswa baru secara bergantian menampilkan karya mereka di hadapan peserta, panitia, serta dosen pendamping. Bentuk penampilan dikemas secara kreatif, salah satunya melalui pementasan teatrikal yang menghadirkan nuansa cerita kerajaan, tokoh-tokoh dalam cerita, dialog, properti, kostum, serta gerak panggung yang mendukung jalannya cerita.
Beragam kostum tradisional yang digunakan para peserta turut memperkuat karakter dan suasana pementasan. Penggunaan kain batik, aksesori kepala, selendang, serta properti panggung menunjukkan adanya usaha peserta dalam membangun konsep penampilan agar tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki unsur budaya dan seni. Penampilan ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk berani tampil di depan umum dan bekerja sama dalam sebuah pertunjukan.
Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan pentas seni pada penutupan PELITA MABA 2026 menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antarmahasiswa baru. Proses menyiapkan konsep, membagi peran, menyiapkan kostum dan properti, hingga tampil bersama di atas panggung membutuhkan komunikasi dan kekompakan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman awal mahasiswa baru dalam membangun kehidupan kampus.
Pementasan Teatrikal Bernuansa Kerajaan

Salah satu adegan pementasan teatrikal mahasiswa baru dengan nuansa cerita kerajaan dan kostum bernuansa tradisional.
Pada dokumentasi pertama terlihat dua peserta sedang memainkan adegan dalam pementasan teatrikal. Keduanya tampil menggunakan busana bernuansa tradisional dengan detail ornamen dan aksesori yang memperkuat karakter yang diperankan. Salah satu peserta mengenakan hiasan kepala yang menonjol, sementara peserta lainnya tampil dengan busana berwarna hijau dan aksesori kepala berornamen. Pose dan ekspresi keduanya menunjukkan bahwa adegan sedang berlangsung secara aktif di atas panggung.
Adegan tersebut menggambarkan bagaimana peserta memanfaatkan kostum, ekspresi, gestur, dan koreografi panggung untuk menyampaikan karakter dalam cerita. Penampilan seperti ini memperlihatkan keberanian mahasiswa baru dalam mengeksplorasi seni pertunjukan sekaligus menghidupkan cerita yang mereka bawakan.
Adegan Interaksi Tokoh dalam Pementasan

Peserta menampilkan adegan interaksi antartokoh dengan menggunakan properti dan busana yang mendukung cerita pementasan.
Dokumentasi kedua memperlihatkan salah satu bagian cerita ketika beberapa tokoh berinteraksi di tengah pementasan. Sejumlah peserta perempuan tampil dengan busana tradisional bernuansa hitam, putih, merah, dan kuning, sedangkan seorang peserta laki-laki tampil sebagai salah satu tokoh cerita dengan membawa properti berbentuk ornamen atau senjata simbolik. Kehadiran properti tersebut menjadi bagian dari upaya peserta memperjelas karakter dan alur cerita yang dibawakan.
Interaksi antarpemain menunjukkan bahwa penampilan tidak hanya mengandalkan kostum, tetapi juga membutuhkan penghayatan peran, dialog, ekspresi, dan koordinasi antarpeserta. Kekompakan tersebut menjadi salah satu nilai yang tampak selama pentas seni berlangsung.
Kebersamaan dan Kekompakan Peserta dalam Panggung

Para peserta tampil bersama dalam salah satu rangkaian pementasan pada penutupan PELITA MABA 2026 Day 3.
Pada dokumentasi ketiga terlihat para peserta tampil bersama dalam satu rangkaian adegan. Mereka mengenakan kostum yang seragam secara konsep, dengan kombinasi kain tradisional, penutup kepala, dan aksesori berwarna kuning. Di bagian tengah tampak tokoh utama dengan kostum yang lebih menonjol, sehingga memberikan pusat perhatian dalam komposisi pementasan.
Penampilan kelompok menjadi gambaran dari proses kolaborasi yang dilakukan mahasiswa baru sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Setiap anggota memiliki peran masing-masing dan saling mendukung agar keseluruhan pertunjukan dapat berjalan dengan baik. Momen ini juga memperlihatkan suasana kebersamaan yang menjadi salah satu tujuan dari rangkaian PELITA MABA.
Delapan Kelompok, Satu Panggung Kreativitas
Secara keseluruhan, pentas seni pada penutupan PELITA MABA 2026 Day 3 diikuti oleh delapan kelompok mahasiswa baru. Masing-masing kelompok memperoleh kesempatan untuk menampilkan konsep dan kreativitasnya. Walaupun bentuk penampilan setiap kelompok dapat berbeda, seluruh peserta menunjukkan semangat yang sama untuk memberikan penampilan terbaik sebagai bagian dari pengalaman awal mereka sebagai mahasiswa.
Pementasan yang dikemas dalam bentuk teatrikal dengan nuansa cerita kerajaan menjadi contoh bagaimana mahasiswa baru mampu memadukan unsur seni, budaya, kreativitas, dan kerja sama dalam satu pertunjukan. Persiapan yang dilakukan secara berkelompok juga melatih rasa tanggung jawab, komunikasi, keberanian tampil, serta kemampuan bekerja sama dengan teman-teman dari latar belakang yang beragam.
Selain menjadi hiburan dalam agenda penutupan, pentas seni memberikan kesan tersendiri bagi para mahasiswa baru. Setelah mengikuti berbagai rangkaian pengenalan lingkungan kampus, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengekspresikan diri sekaligus membangun kedekatan antarpeserta.

Kehadiran dosen pendamping dalam rangkaian kegiatan juga menjadi bagian penting dalam memberikan dukungan dan pendampingan kepada mahasiswa baru. Momen kebersamaan antara mahasiswa, dosen pendamping, dan panitia menjadi penutup yang memperkuat suasana kekeluargaan dalam kegiatan PELITA MABA 2026.
Dengan berakhirnya PELITA MABA Day 3, rangkaian pengenalan mahasiswa baru diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, membangun relasi, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan perkuliahan di IAI Sunan Kalijogo Malang.
Foto Bersama Dosen dan Pimpinan

Foto bersama dosen dan pimpinan IAI SKJ Malang menutup rangkaian PELITA MABA 2026.
Sebagai penutup rangkaian acara, dosen dan pimpinan kampus berdiri berjajar membentuk satu barisan panjang di depan panggung utama untuk berfoto bersama.
Dengan berakhirnya PELITA MABA Day 3, seluruh rangkaian kegiatan Pengenalan Lingkungan dan Tata Krama Akademik Mahasiswa Baru IAI SKJ Malang tahun 2026 resmi berakhir. Melalui pentas seni yang menampilkan kreativitas delapan kelompok mahasiswa baru, diharapkan mahasiswa baru semakin memiliki rasa cinta terhadap almamater, kekompakan antar angkatan, serta semangat untuk mengukir prestasi selama menempuh pendidikan di IAI SKJ Malang.
