Sambut ERA Revolusi Industri 4.0 Kaprodi Perbankan Syari’ah, ikuti EJAVEC 2018 di Surabaya


Sri Mulyani, S,E., M.E Kaprodi Perbankan syariah
INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Salah satu dari Misi Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang, “Upaya peningkatkan kualitas Sumber Daya Insani baik bagi para dosen maupun mahasiswa”. Maka dari itu pihak Akademik mendelegasikan salah satu Kaprodi Perbankan Syari’ah untuk mengahadiri acara EJAVEC 2018 di Surabaya.


Sri Mulyani, S,E., M.E Selaku Kaprodi Perbankan syariah turut hadir sebagai Finalis Call Paper dalam acara 5Th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2018 pada tanggal 14-15 November 2018 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya. Acara bergengsi tersebut secara rutin setiap tahunnya diadakan oleh Bank Indonesia.

Acara tersebut memberikan kesempatan bagi para akademisi dan praktisi untuk  menuangkan ide, gagasan dan hasil penelitian untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum dan ketahanan perekonomian di Jawa Timur pada khususnya.


Dr.Ir. Harmanta, M.E selaku Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Menuturkan “Acara East Java Economic (EJAVEC) Forum 2018 merupakan acara yang sangat penting untuk dilakukan mengingat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tumbuh lebih pesat mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional yakni sebesar 5,21% dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01% pada tahun 2017. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur yang cukup membanggakan tersebut perlu tetap dipertahankan.


Sri Mulyani, S.E.,M.E dengan Zahida I’tishima Billah, M.E (Kaprodi Manajemen Keuangan Syari’ah Institut Zainul Hasan Probolinggo)
mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Model Pemberdayaan Ekonomi Petani Berbasis Pengembangan Industri Hulu ke Hilir Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Potensi Desa(Studi Kelompok Usaha Tani di Dusun Kucur Desa Sumberejo Purwosari Kabupaten Pasuruan)”.

Rangkaian acara 5Th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2018 diantaranya adalah seminar dan presentasi paper yang terpilih dari berbagai daerah dan institusi di seluruh Indonesia serta delegasi dari luar negeri seperti dari Malaysia dan Meksiko yang juga turut hadir dalam acara tersebut. Dalam acara 5Th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2018 kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Efisiensi Ekonomi Melalui Kemajuan Teknologi dan Inovasi dalam Mendukung Ketahanan Perekonomian Jawa Timur”. Dari total 220 abstrak yang terkumpul, setelah dilakukan seleksi menjadi 78 abstrak dan kemudian diseleksi lagi menjadi 53 team sebagai finalis yang mempresentasikan karyanya. “Menurut Sri Mulyani, untuk mempertahankan ketahanan perekonomian di Jawa Timur khususnya diperlukan suatu model pemberdayaan dengan sistem yang terkoneksi mulai dari industri hulu ke hilir untuk meningkatkan potensi desa”.

Dengan adanya industri hulu ke hilir yang terintegrasi yang dilengkapi dengan sistem keuangan berbasis syariah yang dilembagakan maka proses pemberdayaan petani akan lebih mudah untuk dilakukan. Dengan demikian program kemandirian desa melalui pemberdayaan masyarakat akan lebih mudah terwujud karena masyarakat terlibat aktif sebagai subjek pemberdayaan bukan hanya sebagai objek dari pemberdayaan. “CLS”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.